Dari pemberontakan hingga kelembutan — Rendra menulis cinta sebagai pengalaman manusia yang paling jujur, penuh denyut, dan tak pernah sederhana.
"Aku tulis ini dengan tangan gemetar,
sebab cinta adalah guncangan
yang paling merdeka."
— WS Rendra
Mengenal WS Rendra
Willibrordus Surendra Broto Rendra — dikenal sebagai WS Rendra atau "Si Burung Merak" — adalah penyair terbesar Indonesia abad ke-20. Dalam puisi-puisi cintanya, Rendra tidak sekadar merayakan perasaan. Ia mempertemukan tubuh dan jiwa, hasrat dan kehilangan, keberanian mencintai dan kepedihan ditinggalkan.
Kumpulan ini menghimpun sajak-sajak cinta dari berbagai periode Rendra — mulai dari Ballada Orang-orang Tercinta (1957) yang liris dan romantis, hingga puisi-puisi matangnya yang lebih gelap dan berani. Setiap sajak adalah pengakuan yang utuh.Mengapa membaca Rendra?
Puisi cinta Rendra tidak pernah klise. Ia menulis dengan tubuh yang hadir, dengan kesadaran penuh bahwa mencintai adalah tindakan paling politis sekaligus paling pribadi. Membaca Rendra adalah mengizinkan diri sendiri untuk merasa — tanpa malu, tanpa pengurangan.
Bagi mereka yang baru mengenal puisi, sajak-sajak Rendra adalah pintu yang terbuka lebar. Bagi yang sudah lama akrab, setiap pembacaan ulang selalu menawarkan sesuatu yang baru.
Dalam acara Pentas Baca Sajak Cinta di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 27 Juli 19951 di atas panggung Rendra berkelakar bahwa dirinya tidak cuma mengalami masa percintaan puber pertama dan puber kedua, lebih dari itu ada puber ketiga dan puber keempat. Kontan disambut derai tawa penonton. Di buku ini tersusun puisi-puisi Puber Pertama, Puber Kedua, dan Puber Ketiga.
Jika Sahabat Arena Puisi ingin membaca buku kumpulan puisi - Puisi Cinta WS Rendra silakan KLIK DISINI.

0 Komentar untuk "Puisi - Puisi Cinta Karya WS Rendra"